Sabtu, 05 Juli 2014

WARALABA



PEMBAHASAN BISNIS WARALABA

A.    Pengertian Waralaba

Waralaba atau franchising dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun pelayanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.
Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah : suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merk (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merk, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Franchisor dan franchisee
                        Selain pengertian waralaba, perlu dijelaskan pula apa yang dimaksud dengan Franchisor dan franchisee.
·         Franchisor atau pemberi waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.
·         Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

B.     Jenis – jenis Waralaba

Waralaba dapat dibagi menjadi dua, yaitu waralaba luar negeri dan waralaba dalam negeri. Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merk sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.
Waralaba merupakan salah satu format bisnis digemari karena resiko kegagalan yang lebih kecil ketimbang mendirikan sebuah bisnis baru. Terutama pembisnis pemula. Bicara tentang waralaba, ada banyak istilah terdapat didalamnya. Namun setidaknya beberapa istilah penting disajikan disini.
Waralaba (franchise) sendiri merupakan bentuk kerja sama dimana pemberi waralaba (francisor) memberikan ijin atau kepada penerima waralaba (francise). Ijin diberikan untuk menggunakan hak intelektualnya seperti nama, merk dagang, produk atau jasa, sistem operasi usahanya dalam jangka waktu tertentu.
Ada dua jenis waralaba yang sudah biasa dijalankan oleh pembisnis tanah air. Pertama, waralaba format bisnis, francisor memberikan hak (lisensi) kepada francise untuk menjual produk atau jasa menggunakan merk, identitas dari sistem yang dimiliki francisor. Jenis yang terbanyak digunakan oleh pembisnis diindonesia ini menawarkan sistem yang komplit dan konprehensip tentang tata cara menjalankan bisnis. Termasuk didalamnya pelatihan dan konsultasi usaha dalam hal pemasaran, penjualan, pengelolaan stok, akunting, personalia, pemeliharaan, pengembangan bisnis.
Berbeda dengan waralaba format bisnis, waralaba jenis kedua yaitu waralaba prodak dan merk dagang, merupakan pemberian hak ijin dan pengelolaan dari francisor kepada francise untuk menjual produk dengan menggunakan merk dagang dalam bentuk keagenan, distributor atau lesensi penjualan. Pada jenis ini francisor membantu francise memilih lokasi dan menyediakan jasa orang untuk pengambilan keputusan. Francisor membuat operating manual sebagai paduan operasional yang detail bagi francise tentang bagaimana melakukan fungsi-fungsi nasional cara menjalankan bisnis. Bagian-bagian yang tercantum pada operating manual berkaitan dengan operasional, personalia, marketing, keuangan, kehumasan, customer service, perawatan dan sebagainya. Jangan sia-sia, penyimpangan terhadap manual operasional dapat menyebabkan franchisee kehilangan hak waralaba.
Modal awal yang harus disetorkan oleh franchisee pada saat memulai usaha waralabanya (initial investment) terdiri atas franchisee fee, investasi untuk fixed aset, dan modal kerja untuk menutup operasi selama bulan-bulan awal usaha waralabanya. Franchisee fee untuk pembelian hak waralaba franchisee umumnya hanya dibayar sekali saja.
Biaya Waralaba
Biaya waralaba meliputi :
a)      Ongkos awal dimulai dari 10 juta – 1 miliar.
Biaya ini meliputi pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba untuk membuat tempat usaha sesuai dengan sepesifikasi franchisor dan ongkos pembuatan HAKI.
b)      Ongkos royalti, dibayarkan pemegang waralaba setiap bulan dari laba operasional. Besarnya ongkos royalti berkisar dari 5-15% dari penghasilan kotor. Ongkos royalti yang layak adalah 10%. Lebih dari 10% biasanya adalah biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran yang perlu dipertanggungjawabkan.

C.    Peluang Usaha Waralaba

Franchisee Atau Peluang Bisnis
Banyak pebisnis belum mengetahui tentang perbedaan antara franchisee (waralaba) dengan business opportuniti (peluang bisnis). Merasa sebuah bisnis sudah cukup sukses, dengan buru-buru diklaim bahwa konsep bisnis yang dijalankan sudah termasuk dalam kategori franchisee. Ada pendekatan bisa dilakukan pebisnis untuk mengetahui, dengan pasti apakah sebuah bisnis  termasuk dalam bisnis franchise ataukah peluang bisnis .
                  Beberapa artikel pada sebuah website bisnis, franchise.about.com menjabarkan tentang bagaimana bisnis franchise dan peluang bisnis bisa dijalankan.Adapun kriteria dasar peluang bisnis diantaranya adalah pembeli peluang (pemegang lisensi), harus menditribusikan atau menjual barang atau jasa yng ditawarkan lisensor(pemberi izin) atau franchisor (pewaralaba). Disamping itu terdapat perjanjian tertulis antara pemberi izin dan pemegang izin.
                  Hampir 26 negara saat ini memiliki hukum peluang bisnis yang membatasi penjualan peluang bisnis tanpa menerbitkan di disclosure document yang harus mengacu pada yang telah didesain negara. Dokumen tersebut berbeda antara satu negara dengan negara lain.
                  Batas dari peluang bisnis antara lain, tidak ada merek dagang atau kekuatan merek-pebisnis memiliki kekuasaan bebas untuk menggunakan logo perusahaan, slogan atau memasarkan produk. Tidak ada wilayah eksklusif. Di samping itu bisa asaja tanpa ada pelatihan dukungan dan pemsaran dari pemberi izin.
                  Sementara jika dilihat dari tipe pelanggan, peluang bisnis biasanya jatuh pada sebuah kategori sempit dari usaha. Jika Anda merasa membeli sebuah bisnis dalam ‘kotak’, Anda mungkin melihat pada sebuah peluang bisnis. Di atasnya ada daftar pendistribusian di mana Anda menjual produk perusahaan/usaha lain bawah nama bisnis Anda. Multi level marketing adalah contoh yang sempurna. Kemudia ada peluang “kios” seperti menjual keliling mesin, kios kopi di mal. Di sini Anda biasanya diwajibkan untuk membeli persediaan dari pembeli ijin.
                  Dilihat dari tipe bisnis, dalam peluang bisnis ini bisnis yang telah ada dapat genap membeli peluang bisnis untuk menambah nilai atau mendiversifikasi produk atau jasa yang ditawarkan. Kadang-kadang mengacu kepada ‘Pusat Penambahan Nilai Keuntungan’ yang mensyaratkan investasi minimal tetapi membolehkan pemilik bisnis menawarkan nilai tinggi produk atau jasa di bawah atap yang sama. Contohnya, kenyamanan sebua tempat belanja yang menawarkan outlet dry cleaning di dalamnya kepada pelanggan.
                  Beberapa peluang bisnis dikemas dalam bentuk seperti waralaba, tetapi jika Anda mendapatkan pengertian tentang apa itu franchise tentunya akan lebih baik. Waralaba merupakan konsep bisnis yang diciptakan seseorang atau satu tim orang yang dinamakan franchisor,  yang memberikan hak kepada seseorang atau disebut franchisee untuk menjual konsep bisnis yang telah terbukti atau  barang atau jasa bagus, di bawah sebuah definisi awal kumpulan syarat dan kondisi , atau yang dinamakan dengan sistem.
                  Hubungan antara franchisor dan franchisee dibangun bersama dengan kontrak yang dinamakan Perjanjian waralaba dengan garis besar hak, syarat-syarat, kondisi-kondisi , restriksi dan yang lain dari sistem secara detil.
                  Terdapat tiga tipe konsep bisnis yang digunakan konsep waralaba. Ketiganya adalah kedistribusian ,lisensi merek dan format bisnis. Dalam kedistribusian terjadi pemberian hak jual produk induk usaha seperti dealer mobil atau rute menjual keliling mesin.

D.    Keuntungan Dan Kelemahan Bisnis Waralaba
Keuntungan Waralaba
- Manajemen bisnis telah terbangun
Bisnis waralaba memberikan keuntungan untuk berbisnis di bawah bendera bisnis lain yang sudah memiliki reputasi yang bagus. Ide, penamaan dan manajemen suatu bisnis telah di uji coba sebelumnya dan siap untuk di implementasikan pada lokasi yang baru.
- Sudah dikenal masyarakat
Pemasaran bisnis waralaba cenderung lebih mudah, karena bisnis sebelumnya lebih terdahulu di kenal masyarakat. Dengan kata lain, biaya dan tenaga yang diperlukan untuk membangun reputasi bisnis tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan membangun bisnis baru.
- Manajemen finansial yang lebih mudah
Investor cenderung lebih suka untuk memberikan modal pada bisnis yang telah kokoh dari segi finansial dan jaringan pemasaran. Dengan menggunakan bisnis waralaba, sistem manajeman finansial telah di tetapkan oleh pemilik waralaba utama, sehingga kita tidak perlu dipusingkan lagi dengan manajemen finansial seperti membangun bisnis baru.
- Kerjasama bisnis telah terbangun
Orang yang membeli waralaba bisa mendapatkan keuntungan kerjasama yang telah terbangun sebelumnya oleh pemilik waralaba. Contohnya kerjasama dengan pemasok bahan baku, pihak periklanan dan juga pemasaran.
- Dukungan dan keamanan yang lebih kuat
Pemilik waralaba biasanya akan memberikan pelatihan seperti manajemen finansial, pemasaran, periklanan dan lain lain. Hal – hal seperti ini biasanya sudah termasuk dalam paket pembelian waralaba.
- Bisa mendapat untung lebih besar?
Banyak orang berpikir bahwa keuntungan dari bisnis waralaba adalah mendapatkan keuntungan lebih besar karena brand telah dikenal banyak orang. Tapi pada kenyataannya, hal ini tidak selalu terjadi. Biaya yang dikeluarkan oleh pembeli waralaba kepada pihak pemilik waralaba tentunya dipotong dari keuntungan yang didapat. Pembeli waralaba akan mendapatkan banyak kemudahan di saat-saat awal usaha, tapi untuk jangka panjang, para pemilik waralaba kadang menemukan bahwa memulai bisnis sendiri mungkin akan jauh lebih menguntungkan.

Kelemahan Bisnis Waralaba
- Kurang kendali
Salah satu kekurangan dari bisnis waralaba adalah kurangnya kendali dari pembeli waralaba terhadap bisnisnya sendiri, karena semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba. Sehingga ruang gerak pembeli waralaba sangat terbatas. Ide-ide untuk berkreatifitas pun terkadang tidak bisa diaplikasikan, karena adanya perjanjian-perjanjian khusus.
- Sangat terikat dengan supplier
Untuk mendapatkan keuntungan yang mencukupi, tentunya setiap pengusaha menginginkan modal yang kecil. Salah satu caranya adalah mencari supplier yang murah. Dengan menggunakan sistem waralaba, pihak pemasok barang pun telah ditentukan. Sehingga kita tidak bisa memilih lagi supplier yang lebih murah.
- Ketergantungan pada reputasi waralaba lain
Salah satu kekurangan terbesar dari waralaba adalah tergantungnya reputasi waralaba terhadap waralaba yang lain. Jika waralaba yang lain melakukan kesalahan yang mengakibatkan rusaknya reputasi, maka hal ini juga akan mempengaruhi waralaba yang anda kelola.
- Biaya waralaba
Pihak pemilik waralaba akan mengajukan biaya awal untuk membeli perjanjian waralaba. Kemudian biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bagi para pembeli waralaba.
- Pemotongan keuntungan
Pembeli waralaba di haruskan untuk membayar royalti dari sejumlah keuntungan yang didapatkan. Jika keuntungan yang didapatkan sedikit, berarti keuntungan tersebut akan dipotong untuk menutupi biaya ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar